Motto Hari Ini
Waktu Kini: :

WAKTU SHALAT, Kamis, 21 10 2021 Oktober 2021 >

Diterbitkan :
Kategori : SEJARAH - BIOGRAFI
Komentar : 0 komentar

Nabi Muhammad SAW yang lahir di Mekkah dengan membawa misi mendakwahkan ajaran Islam mendapat tantangan yang berat dan menyakitkan. Kultur masyarakat yang ada pada waktu itu menganut keyakinan Paganisme (suatu kepercayaan spiritual, atau praktek penyembahan terhadap patung dan berhala).

Mereka menganut Paganisme dari kakek buyutnya, alias turun temurun di zaman Arab Jahiliyah.

Keyakinan yang sudah kuat dan mengakar di kalangan masyarakat Mekkah tersebut, mengakibatkan dakwah Rasulullah SAW dalam menyampaikan ajaran Islam, selalu mendapat tantangan serta rintangan dari orang-orang kafir dan ahli kitab. Bahkan tidak sedikit hinaan, dan perlakuan buruk serta pengusiran terhadap dakwah Rasulullah SAW.

Faktor yang menyebabkan kaum kafir dan ahli kitab enggan menerima dakwah yang dibawa oleh Rasulullah SAW, diantaranya adalah: adanya kepentingan agama.

Agama menjadi bagian yang sensitif bagi setiap umat manusia. Karena agama tidak bisa digantikan oleh sebuah agama baru, kecuali dengan sebuah kesadaran. Bahwa agama lama, atau kepercayaan yang sudah ada tidak mampu memberikan kepuasan rohani.

Karena agama merupakan hal yang sulit digantikan dalam kehidupan manusia, maka muncullah penolakan terhadap siapapun yang berusaha menggantikan agama tersebut, baik itu individu maupun kelompok.

Bagi masyarakat Mekkah pada waktu itu yang sangat tertutup, dan sudah mempunyai kepercayaan warisan nenek moyang.

Kehadiran ajaran baru yaitu agama Islam, yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah ancaman bagi keberadaan agama atau kepercayaan yang sudah dianutnya.

Faktor lain yang menyebabkan dan mempengaruhi adanya penolakan terhadap dakwah Rasulullah SAW di periode awal Islam, adalah kepentingan politik. Politik adalah salah satu sarana bagi seseorang, untuk menjadi sosok yang berpengaruh di hadapan masyarakat, baik itu di bidang ekonomi, sosial maupun budaya.

Hadirnya Rasulullah SAW yang mengajak orang-orang untuk memeluk Islam, dianggap sebagai sebuah ancaman bagi orang-orang yang telah menjadi tokoh besar waktu itu, dan mempunyai massa banyak. Sehingga munculnya Rasulullah SAW, dianggap sebagai ancaman bagi mereka yang mempunyai pengaruh dan jabatan strategis di tengah masyarakat.

Faktor ekonomi juga menjadi salah satu faktor, kenapa dakwah Rasulullah SAW mendapat banyak penolakan di kalangan masyarakat Mekkah pada waktu. Hal ini tidak lain karena kepentingan ekonomi menjadi sangat erat kaitannya dengan hajat kehidupan masyarakat Mekkah, dimana pekerjaan umum masyarakat Mekkah sebagai penganut paganisme adalah membuat patung. Kemunculan dakwah Rasulullah SAW dianggap telah mengancam lahan bisnis mereka, karena ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW melarang penyembahan terhadap patung.

Ketiga faktor itulah, yang menjadi hambatan Rasulullah SAW dalam mendakwahkan Islam di Mekkah. Dalam dakwahnya, Rasulullah SAW sering mendapatkan perlawanan dari masyarakat Mekkah, baik secara individu maupun kelompok.

Untuk menghadapi itu semua, Rasulullah SAW mempunyai sebuah strategi supaya dalam menyampaikan ajaran-ajaran Islam bisa terus berlanjut. Pada waktu itu Rasulullah SAW melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi, fokus pada perbaikan akidah atau keyakinan dan penyampaian ajaran dengan hikmah dan mauidzotul hasanah.

Dakwah sembunyi-sembunyi yang dilakukan oleh Rasulullah SAW yang pertama, adalah dengan menguatkan apa ajaran yang dibawa Rasulullah SAW terhadap orang-orang terdekat, yaitu keluarga Rasulullah SAW dan para sahabat beliau, misalnya kepada Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, Siti Khadijah, Ummu Aiman, Zaid bin Haritsah. Mereka kemudian orang-orang tersebut dikenal dengan istilah Assabiqunal Awwalun.

Beberapa sahabat yang sudah menerima ajaran Rasulullah SAW, kemudian mengembangkan dakwahnya kepada para sahabat yang lainnya, sehingga para pengikut Rasulullah SAW semakin hari semakin banyak. Fase dakwah yang sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW juga menjadikan Baitul Arqam (kediaman arqam) sebagai tempat untuk berdakwah, ditengah penentangan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak suka dengan dakwah Rasulullah SAW.

Strategi lain yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, pada saat awal-awal dakwahnya di Mekkah adalah menggunakan metode dakwah dengan hikmah dan uswah hasanah. Metode yang lebih mengedepankan pada nasihat yang baik dan uswah hasanah ini, menjadi strategi yang sangat efektif dalam melancarkan dakwah Rasulullah SAW pada waktu itu.

Memberikan nasihat dan contoh yang baik, dengan sasaran dakwah orang-orang terdekat beliau telah memunculkan sebuah ketertarikan tersendiri. Mengapa?

Karena sosok Nabi Muhammad SAW yang mempunyai kredibilitas baik, yaitu sosok yang tidak pernah berbohong dan dapat dipercaya. Sehingga dengan metode dakwah seperti ini, banyak para sahabat yang masuk Islam dan ikut menyebarkan ajaran Islam.

Sumber: Nur Hasan

https://alif.id

SebelumnyaMengenal Syekh Junaid Al-Baghdadi, Imam Tasawuf SesudahnyaStrategi Dakwah Rasulullah Saw pada Era Berada di Madinah
20 Sifat Allah yang Perlu Dihafalkan dan Dipahami
Salah satu bagian dari beriman kepada Allah, adalah mengetahui dan hafal terhadap sifat-sifat Allah. Sifat-sifat ini disebut sifat wajib bagi Allah. Bukan karena kita mewajibkan Allah memiliki sifat tersebut, tapi...
Teks Kitab Al-Hikam, Beserta Syarahnya
KITAB AL-HIKAM Karya Syaikh Ibnu ‘Athoillah As-sakandariy MUQODDIMAH بسم الله الرحمن الرحيم Segala puji bagi Allah, Tuhan yang mengisi [memenuhi] hati para wali [kekasih]-Nya dengan kasih sayang-Nya. Mengistimewakan jiwa mereka...
Sejarah Setiap Akhir Khutbah Jumat Khatib Membaca QS Surah An-Nahl 90
Pada tahun 717 M/99 H seorang penguasa Muslim yang kekuasaannya terbentang dari Kufah hingga Semenanjung Spanyol dan Afrika Utara bernama Umar bin ‘Abdul ‘Azîz (682-720 M/63-101 H) mengirim surat kepada...
Pemikiran Pascapandemi, Kebangkitan Pasca-Covid-19
Kita perlu melakukan penilaian sendiri (self-appraisal) secara jujur. Jangan mengecoh diri dengan rekayasa pencitraan yang membesar-besarkan pencapaian kecil. Kita bisa belajar dari pengalaman sejarah bangsa sendiri. Kebangkitan acap kali bertolak...
Strategi Dakwah Rasulullah Saw pada Era Berada di Madinah
Madinah menjadi sebuah ruang dakwah baru bagi Rasulullah SAW, setelah dakwah di Mekah terasa sempit bagi dakwah Rasulullah SAW dan umat Islam pada waktu itu. Berawal dari respon orang-orang Yatsrib...
Strategi Dakwah Rasulullah SAW pada Era Berada di Mekah
Nabi Muhammad SAW yang lahir di Mekkah dengan membawa misi mendakwahkan ajaran Islam mendapat tantangan yang berat dan menyakitkan. Kultur masyarakat yang ada pada waktu itu menganut keyakinan Paganisme (suatu...


TINGGALKAN KOMENTAR