Motto Hari Ini
Waktu Kini: :

WAKTU SHALAT, Kamis, 21 10 2021 Oktober 2021 >

Diterbitkan :
Kategori : ARTIKEL AGAMA
Komentar : 0 komentar

 

Membersihkan Hati

الأول: أن يطهر قلبه من كل غش ودنس وغلّ وحسد وسوء عقيدة وخلق؛ ليصلح بذلك لقبول العلم وحفظ هوالاطلاع على دقائق معانيه وحقائق غوامض ه

Pertama sekali, hendaknya penuntut ilmu membersihkan hati dari segala perbuatan curang, kotor, benci, dengki, akidah yang buruk dan budi pekerti yang tidak baik. Hal itu dilakukan untuk perbaikan diri dalam menerima ilmu, menjaganya serta mengulas makna-maknanya secara detail dan hakikat-hakikatnya yang samar

Kedudukan Ilmu

فإن العلم كما قال بعضهم: صلاة السر وعبادة القلبوقربة الباطن، 

Karena sebagaimana yang disampaikan oleh sebagian ulama bahwa ilmu itu adalah shalat yang tersembunyi, ibadah hati dan kedekatan batin

Syarat Menuntut Ilmu

وكما لا تصلح الصلاة التي هي عبادة الجوارح الظاهرةإلا بطهارة الظاهر من الحدث والخبث فكذلك لا يصحالعلم الذي هو عبادة القلب إلا بطهارته عن خبثالصفات وحدث مساوئ الأخلاق ورديئها.  

Sebagaimana tidak dibenarkan atau tidak sah suatu shalat, yang adalah suatu ibadah, jika anggota tubuh secara fisik tidak suci dari najis dan hadats, demikian juga halnya dengan ilmu, yang adalah suatu ibadah hati, tidaklah dibenarkan menuntutnya kecuali dalam keadaan suci dari sifat-sifat yang jelek, buruk dan budi pekerti yang hina.

Keberkahan Ilmu Karena Hati yang Baik

وإذا طيب القلب للعلم ظهرت بركته ونما، كالأرض إذا طيبت للزرع نما زرعها وزك ا

Jika hati sudah baik dalam menerima ilmu, maka bisa tampaklah keberkahan ilmu itu dan juga perkembangannya, seperti tanah yang subur untuk bercocok tanam, maka tanamannya akan bertumbuh dan berkembang.

وفي  الحديث: “إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح  الجسد  كله وإذا فسدت فسد كله ألا وهي القلب

Dalam sebuah hadits disebutkan: “Sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.”

Terhalangnya Cahaya Memasuki Hati

وقال سهل: “حرام على قلب أن يدخله النور وفيه شيءمما يكره الله عز وجل. “

Sahl berkata: “Haram atas hati untuk dimasuki cahaya karena di dalamnya terdapat hal-hal yang dibenci Allah ’Azza wa Jalla.”

Berniat Baik dalam Menuntut Ilmu

حسن النية في طلب العلم بأن يقصد به وجهالله تعالى والعمل به وإحياء الشريعة، وتنوير قلبه وتحليةباطنه والقرب من الله تعالى يوم القيامة والتعرض لما أعدلأهله من رضوانه وعظيم فضله.  

Berniat baik dalam menuntut ilmu, tertuju untuk mendapatkan ridha Allah Ta’ala, agar berguna untuk beramal atas dasar ilmu, dapat berjuang menghidupkan syariah, menyinari hati, menghiasi batin, mendekatkan diri kepada Allah ta’ala pada hari kiamat dan meraih apa saja yang telah Allah siapkan untuk orang berilmu yang dipenuhi ridha-Nya serta keagungan karunia-Nya.

Pernyataan Imam Ats-Tsauri

قال سفيان الثوري: “ما عالجت شيئاً أشد عليّ من نيتي. “

Sufyan Ats-Tsauri berkata: “Tidaklah aku memperbaiki sesuatu yang lebih berat melebihi perbaikan niatku”

Larangan Berniat untuk Tujuan Duniawi

ولا يقصد به الأغراض الدنيوية من تحصيل الرياسةوالجاه والمال، ومباهاة الأقران، وتعظيم الناس له،وتصديره في المجالس ونحو ذلك، فيستبدل الأدنى بالذيهو خير.

Penuntut ilmu tidak meniatkan diri untuk memperoleh kepentingan duniawi, antara lain berupa kepemimpinan, kedudukan, harta kekayaan, agar dapat berbangga diri di hadapan teman-teman sejawat, mengharap diagungkan oleh orang dalam berbagai majelis ilmu dan semisalnya. Jika demikian, sejatinya itulah perbuatan  menukar sesuatu yang baik dengan sesuatu yang lebih rendah.

Pernyataan Abu Yusuf

قال أبو يوسف ـ رحمه الله ـ: يا قوم أريدوا بعلمكم اللهتعالى فإني لم أجلس مجلسًا قط أنوي فيه أن أتواضع إلا لم أقم حتى أعلوهم، ولم أجلس مجلساً قط أنوي فيه أن أعلوهم إلا لم أقم حتى أفتضح.

Abu Yusuf Rahimahullah berkata: “Wahai kalian semua, tujukanlah dengan ilmu kalian semata-mata untuk Allah Ta’ala, karena sungguh tidaklah aku duduk di suatu majelis ilmu yang aku niatkan padanya tawadhu’, kecuali aku bangun dalam keadaan telah mendapat kemuliaan. Sebaliknya tidaklah aku duduk di satu majelis ilmu yang aku niatkan untuk mengalahkan mereka, kecuali aku bangun dalam keadaan Allah bukakan aibku

Ikhlas dalam Menuntut Ilmu

والعلم عبادة من العبادات وقربة من القرب فإن خلصَت فيه النية قبلَ وزكى ونمت بركته، وإن قصد به غير وجه الله تعالى حبط وضاع، وخسرت صفقته وبما تفوته تلكالمقاصد ولا ينالها فيخيب قصده ويضيع سعيه.  

Ilmu adalah sebuah ibadah dari berbagai ibadah yang ada dan pendekatan diri kepada-Nya dari berbagai macam bentuk pendekatan, jika niatnya benar-benar ikhlas murni karena Allah, maka ilmunya diterima, tumbuh dan berkembang keberkahannya. Namun jika tidak dimaksudkan untuk mendapatkan ridha Allah ta’ala, maka ia lenyap dan sia-sia, serta perjuangannya merugi dan bisa jadi tujuan-tujuan tersebut sirna dan tidak meraihnya, maka tujuannya lenyap dan usahanya sia-sia

Memanfaatkan Waktu Sebaik-Baiknya

Memaksimalkan Usia Muda

أن يبادر شبابه وأوقات عمره إلى التحصيل ولايغتر بخدع التسويف والتأميل؛ فإن كل ساعة تمضي منعمره لا بدَلَ لها ولا عوض عنها

Hendaknya menggunakan masa muda dan waktu-waktu dalam hidupnya untuk menimba ilmu, tidak tertipu oleh gemerlap dunia dan anganangan, karena setiap waktu yang berlalu dari kehidupannya itu tidak ada gantinya.

Mencegah Penghalang Untuk Menimba Ilmu

ويقطع ما يقدر عليه من العلائق الشاغلة والعوائقالمانعة عن تمام الطلب وبذل الاجتهاد وقوة الجد في التحصيل فإنها  كقواطع الطريق ،

Mencegah sebisa mungkin terhadap ikatan-ikatan yang menyibukkan, dan rintangan-rintangan yang menghalangi-nya untuk menimba ilmu secara sempurna, serta mengerahkan segenap kemampuan dan meningkatkan keseriusan dalam menimba ilmu, karena sesungguhnya ia bagaikan pemotong jalanan

Anjuran Merantau

ولذلك استحب السلف التغرب عن الأهل والبعد عنالوطن؛ لأن الفكرة إذا توزعت قصرت عن درك الحقائقوغموض الدقائق

Oleh karenanya, orang-orang terdahulu menganjurkan untuk meninggalkan keluarga dan merantau jauh dari kampung-nya, karena jika pemikirannya terbagi-bagi, maka ia lemah untuk mengetahui berbagai hakikat dan berbagai perkara rinci yang rancu

Firman Allah QS. Al-Ahzab: 

وما جعل الله لرجل من قلبين في جوفه  

Allah tidak menjadikan seseorang dua hati dalam rongganya

Totalitas Terhadap Ilmu

وكذلك يقال: العلم لا يعطيك بعضه حتى تعطيهكلك .

Begitu juga dikatakan: ilmu tidak memberimu sebagian darinya sampai engkau memberikan dirimu untuknya secara keseluruhan (totalitas)

Perjuangan Meraih Ilmu

ونقل الخطيب البغدادي في الجامع عن بعضهم قال: لا ينال هذا العلم إلا من عطل دكانه، وخرب بستانه، وهجر إخوانه، ومات أقرب أهله فلم يشهد جنازت ه

Al-khatib al-Baghdadi menukil dalam Al-Jaami’ dari sebagian ulama, dia mengatakan: ilmu tidak bisa diraih kecuali dia yang menutup warungnya, membiarkan kebunnya, meninggalkan saudarasaudaranya, dan kerabat keluarganya meninggal dunia namun tidak bisa melihat jenazahnya

وهذا  كله وإن كانت فيه مبالغة فالمقصود به أنه لابد  .فيه من جمع القلب واجتماع الفكر

Ini semua, sekalipun berlebihan namun maksudnya adalah penimba ilmu harus mengumpulkan segenap hatinya dan fikirannya untuk ilmu.

وقيل: أمر بعض المشايخ طالبا له بنحو ما رواه الخطيب فكان آخر ما أمره به أن قال: اصبغ ثوبك كيلا يشغلكفكر غسله.

Ada yang berkata: sebagian guru memerintahkan seorang muridnya untuk melakukan seperti pendapat al-khatib, maka hal terakhir yang guru perintahkan kepadanya, dengan mengatakan:

Warnailah pakaianmu dengan warna gelap agar kamu tidak tersibukan untuk mencucinya.  

ومما  يقال عن الشافعي أنه قال: لو كُلفتُ شراء بصلة  .لما فهمت مسألة

Diantara yang dikatakan dari Imam Syafi’i, bahwa beliau pernah mengatakan: kalau aku diminta membeli sebiji bawang merah, maka niscaya aku tidak memahami satu permasalahan.

Qanaah dan Sabar

Puas dengan Kesederhanaan

أن يقنع من القوت بما تيسر وإن كان يسيرا، ومن اللباس بما يستر مثله وإن كان خلقً ا

Hendaknya merasa puas dengan makanan pokok yang mudah didapatkannya sekalipun hanya sedikit, dan pakaian yang menutupi auratnya dari yang setaraf dengannya, sekalipun tidak baru

Bersabar Atas Kesederhanaan Hidup

فبالصبر على ضيق العيش ينال سعة العلم ويجمع شملالقلب عن مفترقات الآمال فتتفجر فيه ينابيع الحكم.  

Dengan bersabar atas kesederhanaan hidup yang dialami, dia mendapatkan keluasan ilmu. Dan dengan menyatukan fokus hati dari angan-angan yang berserakan, maka memancarlah sumbersumber hikmah didalamnya.

Nasehat Imam Syafi’i Rahimahullah-

قال الشافعي رحمه الله: لا يطلب أحد هذا العلم بالملكوعز النفس فيفلح، ولكن من طلبه بذل النفس وضيقالعيش وخدمة العلماء أفلح.  

Imam Syafi’I Rahimahullah berkata: tidaklah seseorang menimba ilmu ini dengan kekuasaan dan kemuliaan jiwa yang dimiliki lalu bisa beruntung, akan tetapi siapa saja yang menimba ilmu dengan mengerahkan segenap jiwanya, hidup dalam kesederhanaan serta berkhidmah kepada para ulama, maka dialah yang beruntung.  

وقال : لا يصلح طلب العلم إلا لمفلس، قيل: ولا الغني  .المكفي، قال: ولا الغني المكفي

Beliau juga berkata: “tidak layak menimba ilmu kecuali bagi orang yang bangkrut”. ada yang bertanya: “tidak juga bagi orang yang berkecukupan?”. Beliau menjawab: “tidak juga bagi orang yang berkecukupan”.

Nasehat Imam Malik Rahimahullah-

وقال مالك: لا يبلغ أحد من هذا العلم ما يريد حتى يضربه الفقر ويؤثره على  كل شيء.  

Imam Malik Berkata: “tidaklah mampu seorangpun untuk menggapai ilmu ini sebagaimana yang diinginkan sampai dia merasakan kefakiran dan mengutamakan ilmu atas segala sesuatu”

Nasehat Imam Abu Hanifah Rahimahullah-

وقال أبو حنيفة: يستعان على الفقه بجمع الهم،ويستعان على حذف العلائق بأخذ اليسير عند الحاجةولا يزد.

Imam Abu Hanifah berkata: “usaha meraih fiqih dapat dibantu dengan mengumpulkan tekad yang kuat, dan usaha memutus keterkaitan dengan dunia dapat dibantu dengan mengambil sedikit saja pada saat membutuhkan, tidak lebih dari itu.”

فهذه أقوال هذه الأئمة الذين لهم فيه القدح المعلي غير مدافع، وكانت هذه أحوالهم رضي الله عنهم.  

Ini adalah perkataan-perkataan para imam yang merupakan pioner di bidang ini tanpa ada yang membantah, dan demikianlah keadaan mereka semoga Allah meridhoi mereka-.

Nasehat Al-Khatib Al-Baghdadi

قال الخطيب: ويستحب للطالب أن يكون عزبًا ما أمكنه لئلا يقطعه الاشتغال بحقوق الزوجية وطلبالمعيشة عن إكمال الطل ب

Al-Khatib berkata: dianjurkan bagi penimba ilmu agar membujang selama hal ini memungkinkan, agar kesibukannya untuk memenuhi hak-hak keluarga dan mencari penghidupan, tidak mengganggunya untuk menyempurnakan dalam mencari ilmu.

Nasehat Imam Sufyan Ats-Tsauri

وقال سفيان الثوري: من تزوج فقد ركب البحر فإن ولدله ولد فقد كسر به

Suyfan As-Tsauri berkata: “siapa saja yang menikah, maka dia telah menyebrangi lautan. jika dia diberikan karunia anak, maka perahunya telah hancur disebabkan anaknya.”

Anjuran Membujang Saat Menimba Ilmu

وبالجملة فترك التزويج لغير المحتاج إليه أو غير القادرعليه أولى لاسيما للطالب ال ذي  رأس ماله جمع الخاطروإجمام القلب واشتغال الفكر.  

Secara umum, tidak menikah bagi yang tidak membutuhkannya atau tidak mampu adalah lebih utama, apalagi untuk murid yang modal utamanya adalah konsentrasi (fokus), ketenangan hati dan aktifitas pikiran.

Manajemen  Waktu

Berharganya Sebuah Waktu

أن يقسم أوقات ليله ونهار ويغتنم ما بقي من عمره فإن بقية العمر لا قيمة له. 

Hendaknya membagi waktu siang dan malamnya, memanfaatkan sisa umurnya, karena sisa umur manusia tidak ternilai

Anjuran Cara Pembagian Waktu

وأجود الأوقات للحفظ الأسحار وللبحث الإبكاروللكتاب وسط النهار وللمطالعة والمذاكرة الليل.  

dan waktu yang paling bagus untuk menghafal adalah waktu sahur, untuk mengkaji adalah pagi hari, untuk menulis adalah tengah hari, serta untuk membaca dan diskusi adalah malam hari.

Cara Pembagian Waktu Menurut Al-Khatib

وقال الخطيب: أجود أوقات الحفظ الأسحار ثم وسطالنهار ثم الغداة.  

Al-Khatib berkata: waktu yang paling bagus untuk menghafal adalah waktu sahur, kemudian tengah hari, kemudian pagi hari

Lebih Efektif Menghafal di Waktu Lapar

قال: وحفظ الليل أنفع من حفظ النهار، ووقت الجوعأنفع من وقت الشبع.  

Beliau berkata: menghafal dimalam hari lebih efektif daripada menghafal disiang hari, dan waktu lapar lebih efektif daripada waktu kenyang.

Tempat Terbaik Untuk Menghafal

قال: وأجود أماكن الحفظ الغرف وكل موضع بعيد عن الملهيات.  

Beliau berkata: tempat yang paling bagus untuk menghafal adalah kamar dan semua tempat yang jauh dari hal-hal yang melalaikan.

قال: وليس بمحمود الحفظ بحضرة النبات والخضر ةوالأنهار وقوارع الطريق وضجيج الأصوات لأنها تمنع منخلو القلب غالبا .

Beliau berkata: bukanlah hal yang baik ketika menghafal didepan tumbuhan, pemandangan yang hijau, sungai, tengah jalan, dan suara yang berisik, karena pada umumnya hal tersebut menghalangi konsentrasi hati

Sedikit Makan

Kurangi Makan

من أعظم الأسباب المعينة على الاشتغال والفهم وعدم الملال أكل القدر اليسير من الحلال. 

Di antara faktor terbesar yang membantu dalam proses menimba ilmu, memahami, menyingkirkan kejenuhan adalah mengkomsumsi yang halal dengan kadar ukuran yang sedikit.

Pernyataan Imam Syafi’i

 قال الشافعي رضي الله عنه: ما شبعت منذ ست عشرة سنة

Imam Syafii berkata radhiyallahu ‘anhu: aku tidak pernah kenyang sejak enam belas tahun yang lalu

Efek Samping Banyak

وسبب ذلك أن كثرة الأكل جالبة لكثرة الشرب،وكثرته جالبة للنوم والبلادة وقصور الذهن وفتور الحواسوكسل الجسم، هذا مع ما فيه من الكراهية الشرعيةوالتعرض لخطر الأسقام البدنية. 

Alasannya adalah karena banyak makan membuat banyak minum, dan banyak minum menyebabkan banyak tidur, pikiran lambat, tidak optimalnya fungsi otak, berhentinya indera, dan malasnya tubuh. Hal ini juga berkenaan dengan kemakruhan dari sisi syariat dan risiko bahaya terhadap penyakit jasmani.

Untaian Syair

كما قيل: فإن الداء أكثر ما تراه # يكون من الطعام أو الشرا ب

Sebagaimana dikatakan: Sesungguhnya kebanyakan penyakit yang kamu lihat # pemicunya berasal dari makanan dan minuman

Banyak Makan Bukan Sifat Wali dan Ulama

ولم ير أحد من الأولياء والأئمة العلماء يصف أو يوصف بكث رة الأكل ولا حمد ب ه

Tidak ada seorangpun dari wali-wali Allah, para pemimpin umat dan para ulama yang mensifati atau disifati dengan banyak makan, sementara perbuatan tersebut tidaklah terpuji

Terpujinya Hewan Karena Banyak Makan

وإنما يحمد كثرة الأكل من الدواب التي لا تعقل بل هيمرصدة للعمل،  

Yang dipuji karena banyak makan hanyalah hewan yang tidak berakal, karena ia memang disiapkan untuk bekerja

Menggunakan Akal dengan Bijak

والذهن الصحيح أشرف من تبديده وتعطيله بالقدرالحقير من طعام يؤ ول أم ره إلى ما قد علم، ولو لم يكن من آفات كثرة الطعام والشراب إلا الحاجة إلى كثرة دخول الخلاء لكان ينبغي للعاقل اللبيب أن يصوننفسه عنه،

Akal pikiran yang sehat lebih mulia daripada sekedar disia-siakan dengan sesuatu yang terhina atau bernilai rendah, seperti makanan yang akibatnya telah diketahui. Kalaupun dampak buruk akibat banyak makan dan minum hanyalah berupa seringnya keluar-masuk WC, niscaya sudah cukup bagi orang berakal yang cerdas agar memelihara dirinya darinya (keluar masuk WC)

Mencari Sesuatu yang Mustahil

ومن رام الفلاح في العلم وتحصيله البغية منه مع كثرةالأكل والشرب والنوم فقد رام مستحيلاً في العادة

siapa saja yang menghendaki keberuntungan dalam hal ilmu dan meraih apa yang dicarinya, tetapi dengan banyak makan, minum, dan tidur, maka dia telah mencari sesuatu yang secara umum mustahil terjadi.

Porsi Makan

والأولى أن يكون أكثر ما يأخذ من الطعام ما ورد فيالحديث عن النبي – صلى الله عليه وسلم  -: “ما ملأابن آدم وعاءً شرا من بطنه، بحسب ابن آدم لقيمات يُقمن صلبه، فإن كان لا محالة فثلث لطعامه وثلثلشرابه وثلث لنفسه” رواه الترمذي. 

Yang paling utama, hendaknya menjadikan maksimal porsi makan adalah sebagaimana yang terdapat di dalam hadits, dari nabi SAW beliau bersabda: anak adam tidak mengisi wadah yang lebih buruk daripada perut. Cukuplah bagi anak adam beberapa suapan yang menegakkan tulang sulbinya. Jika memang harus, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk nafasnya (HR. Turmudzi)

Larangan Berlebih-lebihan

فإن زاد على ذلك فالزيادة إسراف خارج عن السنة وقدقال الله تعالى: وكُلوا وَاشْربوا ولا تسْرفوا . الأعراف

Jika lebih dari itu, maka yang lebih ini adalah tindakan melampaui batas yang keluar dari koridor sunnah. Allah SWT berfirman: makan dan minumlah, dan jangan kalian berlebih-lebihan  (QS. Al-A’raf: 31)   .قال بعض العلماء: جمع الله بهذه الكلمات الطب كله Sebagian ulama berkata: Allah menyatukan semua masalah kesehatan dalam kalimat-kalimat ini

Memiliki Sikap Wara’

أن يأخذ نفسه بالورع في جميع شأنه ويتحرىالح لال في طعامه وشرابه ولباسه ومسكنه وفي جميع ما

يحتاج إليه هو وعياله ليستنير قلبه ويصلح لقبول العلم ونوره والنفع ب ه

Hendaknya memiliki sifat wara’ dalam segala urusannya, mengambil yang halal dalam makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan dalam segala apa yang dia dan keluarganya butuhkan, untuk menerangi hatinya dan layak menerima ilmu, cahaya ilmu serta kebermanfaatan darinya.

 Mencari Derajat Yang Tinggi 

ولا يقنع لنفسه بظاهر الحل شرعًا مهما أمكنه التورعولم تلجئه حاجة أو يجعل حظه الجواز  بل ي طلب الرتبةالعالية. 

Tidak menerima untuk dirinya terhadap apa yang menurut syariat secara dhohirnya halal, selama dia memungkinkan untuk menghindarinya dan tidak terdesak oleh kebutuhan atau menetapkan bagiannya yang diperbolehkan, akan tetapi hendaknya mencari derajat yang tinggi

Meneladani Sikap Wara’ dari Para Ulama

ويقتدي بمن سلف من العلماء الصالحين في التورع عنكثير مما كانوا يفتون بجوازه

dan meneladani para ulama shalih terdahulu, dimana mereka bersikap wara’ dibanyak perkara yang mereka memfatwakan akan kebolehannya.

Sikap Wara’ Rasulullah SAW

وأحق من اقتدى به في ذلك سيدنا رسول الله – صلى الله عليه وسلم – حيث لم يأكل التمرة التي وجدها فيالطريق خشية أن تكون من الصدقة مع بعد كونها منها

Orang yang paling berhak untuk diteladani dalam perkara ini adalah sayyidina Rasulullah SAW, beliau tidak makan sebiji kurma yang beliau temukan dijalan karena takut ia adalah kurma sedekah, padahal jauh kemungkinan perkaranya demikian

Meneladani Ahli Ilmu

ولأن أهل العلم يقتدى بهم ويؤخذ عنهم فإذا لم يستعملواالورع فمن يستعلمه. 

Dan karena keberadaan ahli ilmu itu untuk diteladani dan diikuti, jika mereka tidak menggunakan sikap wara’, lalu siapa yang menggunakannya

Menggunakan Rukhsah pada Tempatnya

وينبغي له أن يستعمل الرخص في مواضعها عند الحاجةإليها ووجود سببها ليقتدي بهم فيه، “فإن الله يحب أنتؤتى رخصه كما يحب أن تؤتى عزائمه.

Hendaknya menggunakan rukhsakh (keringanan) pada tempatnya saat dibutuhkan dan saat ada sebab-sebabnya agar diteladani padanya, karena sesungguhnya Allah SWT menyukai manakala rukhsah-rukhsahnya (keringanan- keringanannya) dilakukan, sebagaimana Allah menyukai ketetapan-ketetapanNya dilakukan.

Kurangi Konsumsi Yang Tidak Sehat

 Meminimalisasi Makanan Tertentu

أن يقلل استعمال المطاعم التي هي من أسبابالبلادة وضعف الحواس كالتفاح ا لحامض والباقلاوشرب الخل، وكذلك ما يكثر استعماله البلغم المبلدللذهن المثقل للبدن ككثرة الألبان والسمك وأشباهذلك. 

Kedelapan, hendaknya meminimalisir makanan yang merupakan sebab ketumpulan akal dan kelemahan fungsi indera seperti apel yang asam, baqilla (sejenis kacang-kacangan), dan minum cuka, demikian juga makanan yang menyebabkan banyaknya dahak yang menumpulkan otak, yang memberatkan badan seperti banyak minum susu, makan ikan, dan yang semisalnya.

 Konsumsilah Penyebab Ketajaman Otak

وينبغي أن يستعمل ما جعله الله تعالى سببا لجودة الذهنكمضغ اللبان والمصطكى على حسب العادة، وأكلالزبيب بكرة والجلاب ونحو ذلك مما ليس هذا موضعشرحه. 

Hendaknya menggunakan apa yang Allah SWT tetapkan sebagai sebab ketajaman otak seperti mengunyah liban (sejenis permen karet) dan mushthaka (sejenis damar) yang berdasarkan pada kebiasaan, mengkonsumsi kismis dipagi hari, julep (sejenis minuman manis), dan semisalnya,  penjelasan tentangnya bukan disini tempatnya.

Hindari yang Menyebabkan Lupa

وينبغي أن يجتنب ما يورث النسيان بالخاصة كأكل سورالفار, وقراءة ألواح القبور والدخول بين جملينمقطورين، وإلقاء القمل ونحو ذلك من المجربات فيه.

Hendaknya menghindari hal-hal yang menyebabkan lupa secara khusus seperti makan bekas sisa tikus, membaca papan (patok) kuburan, masuk diantara dua ekor unta yang dilumuri pelangkin, membuang kutu rambut dalam keadaan hidup dan yang semisalnya yang termasuk dalam perkara mujarabat.

Meminimalisasi Waktu Untuk Tidur

Mengurangi Waktu Tidur

أن يقلل نومه ما لم يلحقه ضرر في بدنه وذهنه،  

Hendaknya minimalisasikan tidur selama hal itu tidak menimbulkan dharar (dampak negatif) pada tubuh dan otaknya

Tidak Tidur Lebih dari Delapan Jam 

ولا ي زيد في نومه في اليوم والليلة على ثمان ساعات وهو ثلث الزمان، فإن احتمل حاله أقل منها فعل.  

Tidak tidur lebih dari delapan jam dalam sehari semalam, yaitu sepertiga waktunya, jika dirinya bisa tidur kurang darinya, maka hendaknya dia melakukannya.

 Rekreasi untuk Menghilangkan Kejenuhan

ولا بأس أن يريح نفسه وقلبه وذهنه وبصره -إذا كلّ شيء من ذلك أو ضعف- بتنزه وتفرج في المستنزهات بحيث يعود إلى حاله ولا يضيع عليه زمانه.  

Boleh merehatkan diri, hati, otak dan matanya (manakala sebagian darinya lelah atau lemah) dengan rekreasi atau bersenang-senang ke tempat-tempat rekreasi sehingga dia pulih kembali seperti semula dan tidak menyia-nyiakan waktunya.

Berjalan-Jalan dan Berolahraga

ولا بأس بمعاناة المشي ورياضة البدن به فقد قيل إنهينعش الحرارة ويذيب فضول الأخلاط وينشط البدن.

Boleh berjalan-jalan dan berolahraga. Ada yang berkata, hal itu meningkatkan suhu tubuh, mengurangi kelebihan lemak dan menggiatkan tubuh.

Berhubungan Suami-Istri Jika Dibutuhkan

ولا بأس بالوطى الحلال إذا احتاج إليه، فقد قال الأطباءبأنه يجفف الفضول وينشط ويصفي الذهن إذا كان عندالحاجة باعتدال،  

Boleh melakukan hubungan suami istri yang halal jika membutuhkannya, para tabib (dokter) menyatakan bahwa perbuatan tersebut dapat meringankan kelebihan berat badan, membangkitkan semangat dan mencerahkan pikiran pada saat membutuhkan dan dilakukan dengan seimbang

Hindari Belebih-lebihan dalam Berhubungan

ويحذر كثرته حذر العدو فإنه كما قيل: ماء الحياة يصب في الأرحام يضعف السمع والبصر والعصبوالحرارة والهضم وغير ذلك من الأمراض الرديئة.  

Namun hendaknya menghindari berlebih-lebihan melakukan hubungan suami-istri layaknya menghindari musuh, sebagaimana dikatakan: (air kehidupan yang ditumpahkan di dalam Rahim) ia melemahkan pendengaran, penglihatan, saraf, suhu panas tubuh, pencernaan, dan penyakitpenyakit buruk lainnya. 

والمحققون من الأطباء يرون أن تركه أولى إلا لضرورة أو استشفاء وبالجملة فلا بأس أن يريح نفسه إذا خافمللاً .

Para peneliti dari kalangan para tabib (dokter) menyatakan bahwa meninggalkannya lebih baik kecuali karena kebutuhan mendesak atau dalam rangka upaya penyembuhan. Secara umum, boleh merehatkan diri manakala bosan.

Tradisi Sebagian Ulama Terhadap Muridnya

وكان بعض أكابر العلماء يجمع أصحابه في بعض أماكن التنزه في بعض أيام السنة ويتمازحون بما لا ضررعليهم في دين ولا عرض.

Sebagian ulama besar mengumpulkan murid-muridnya di beberapa tempat rekreasi di sebagian hari dalam setahun, mereka bercanda bersendau gurau dengan sesuatu yang dibolehkan dalam agama, dan tidak merendahkan kehormatan.

Meninggalkan Pergaulan

Anjuran Meninggalkan Pergaulan

العاشر: أن يترك العشرة فإن تركها من أهم ما ينبغيلطالب العلم ولاسيما لغير الجنس وخصوصًا لمن كثر لعبه وقلت فكرته؛ فإن الطباع سراقة،

Hendaknya meninggalkan pergaulan, karena meninggal-kannya termasuk perkara yang paling penting bagi penimba ilmu apalagi terhadap lawan jenis dan khususnya untuk orang yang banyak main-mainnya dan sedikit berpikir, karena tabiat manusia itu menular.

Dampak Negatif dari Pergaulan yang Salah

وآفة العشرة ضياع العمر بغير فائدة وذهاب المالوالعرض إن كان لغير أهل، وذهاب الدين إن كانتلغير أهله.

Dampak negatif pergaulan adalah waktunya terbuang sia-sia tanpa ada faidah, lenyapnya harta dan kehormatan jika dilakukan dengan orang yang tidak patut, dan hilangnya agama jika dilakukan dengan orang yang tidak punya agama.

Bergaul Kepada Orang yang Benar

والذي ينبغي لطالب العلم أن لا يخالط إلا من يفيد هأو يستفيد منه بما روي عن النبي – صلى الله عليه وسلم -: “اغد عالما أو متعلمًا ولا تكن الثالث فتهلك “.

Yang layak bagi penimba ilmu, hendaknya tidak ً bergaul kecuali dengan orang yang diberi manfaat atau dia memperoleh manfaat darinya, sebagaimana diriwayatkan dari Nabi SAW: jadilah orang yang berilmu, atau penimba ilmu, dan jangan menjadi orang yang ketiga, maka kamu binasa.

Putuskan Hubungan Sejak Dini

فإن شرع أو تعرض لصحبة من يضيع عمره معه ولايفيده ولا يستفيد منه ولا يعينه على ما هو بصدده فليتلطف في قطع عشرته من أول الأمر قبل تمكنها فإن الأمور إذا تمكنت عسرت إزالته

Jika masuk atau terjebak dalam hubungan dengan seseorang yang mengakibatkan umurnya sia-sia bersamanya, dia tidak memberinya manfaat dan tidak pula memperoleh manfaat darinya, tidak membantunya dalam urusan menimba ilmu yang merupakan kesibukan utamanya, maka hendaknya memutuskan hubungan dengan orang tersebut dengan lemah lembut sejak dini sebelum nantinya menjadi-jadi, karena jika sesuatu telah menguat, maka sulit memutusnya.

Ungkapan dari Para Ahli Fiqih

ومن الجاري على ألسنة الفقهاء: الدفع أسهل من الرفع.

Sebagaimana ungkapan yang terucap dari para ahli fiqih: mencegah lebih mudah daripada menghilangkan.

Kriteria Orang yang Dijadikan Rekan

فإن احتاج إلى أن يصحبه فليكن صاحبا صالحً ا دي نًاتقيا ورعًا ذكيا كثير الخير قليل الشر حسن المداراة قليل المماراة إن نسي ذكره وإن ذكر أعانه وإن احتاج واساهوإن ضجر صبره.

Jika memerlukan rekan, hendaknya rekan tersebut adalah rekan yang shalih, kuat beragama, bertakwa, mempunyai sikap wara’, bersih hatinya, banyak berbuat kebaikan, minim berbuat keburukan, baik pergaulannya dan sedikit berdebat (ngeyel). Manakala dia lupa, maka rekan tersebut mengingatkannya. Jika dia ingat, maka rekan tersebut membantunya. Jika dia membutuhkan, maka rekan tersebut menghiburnya. Jika dia jemuh (bosan), maka rekan tersebut menyabarkannya.

Nasehat Ali Bin Abi Thalib RA

ومما يروى عن علي رضي الله عنه:  فلا تصحب أخا الجهل وإياك وإيا ه

Diantaranya yang diriwayatkan dari Ali RA:

Jangan berteman dengan orang bodoh, jauhilah dia

  فكم من جاهل أردى حليمًا حين واخا ه

Berapa banyak orang bodoh yang menjerumuskan orang yang toleran di kala berkawan dengannya

 يقاس المرء بالمرء إذا ما هو ماشا ه

Seseorang ditimbang dengan orang lain manakala dia berjalan bersamanya.

Nasihat Lain

ولبعضهم : إن أخاك الصدق من كان معك

Sebagian dari mereka berkata: Sesungguhnya saudaramu yang benar adalah orang yang bersamamu

ومن يضر نفسه لينفعك

Dan orang yang memudaratkan dirinya untuk memberimu manfaat

ومن إذا ريب زمان صدعك

Dan orang yang jika kejadian-kejadian zaman mencerai beraikanmu 

 شتت شمل نفسك ليجمعك

Dia menceraiberaikan kesatuan dirinya untuk menyatukanmu

Wallahu A’lam  Bish Shawab

Sumber: Imam Badruddin Ibnu Jamah Al-Kinani Asy-Syafi’i. Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil Alim wa Muta’allim. Penerjemah: Syafri Muhammad Noor.

SebelumnyaLantunan Doa Usai Belajar atau Mengaji SesudahnyaContoh Hadis Pelecehan terhadap Kesucian Nabi SAW dalam Shahih Bukhari dan Muslim
20 Sifat Allah yang Perlu Dihafalkan dan Dipahami
Salah satu bagian dari beriman kepada Allah, adalah mengetahui dan hafal terhadap sifat-sifat Allah. Sifat-sifat ini disebut sifat wajib bagi Allah. Bukan karena kita mewajibkan Allah memiliki sifat tersebut, tapi...
Teks Kitab Al-Hikam, Beserta Syarahnya
KITAB AL-HIKAM Karya Syaikh Ibnu ‘Athoillah As-sakandariy MUQODDIMAH بسم الله الرحمن الرحيم Segala puji bagi Allah, Tuhan yang mengisi [memenuhi] hati para wali [kekasih]-Nya dengan kasih sayang-Nya. Mengistimewakan jiwa mereka...
Sejarah Setiap Akhir Khutbah Jumat Khatib Membaca QS Surah An-Nahl 90
Pada tahun 717 M/99 H seorang penguasa Muslim yang kekuasaannya terbentang dari Kufah hingga Semenanjung Spanyol dan Afrika Utara bernama Umar bin ‘Abdul ‘Azîz (682-720 M/63-101 H) mengirim surat kepada...
Pemikiran Pascapandemi, Kebangkitan Pasca-Covid-19
Kita perlu melakukan penilaian sendiri (self-appraisal) secara jujur. Jangan mengecoh diri dengan rekayasa pencitraan yang membesar-besarkan pencapaian kecil. Kita bisa belajar dari pengalaman sejarah bangsa sendiri. Kebangkitan acap kali bertolak...
Strategi Dakwah Rasulullah Saw pada Era Berada di Madinah
Madinah menjadi sebuah ruang dakwah baru bagi Rasulullah SAW, setelah dakwah di Mekah terasa sempit bagi dakwah Rasulullah SAW dan umat Islam pada waktu itu. Berawal dari respon orang-orang Yatsrib...
Strategi Dakwah Rasulullah SAW pada Era Berada di Mekah
Nabi Muhammad SAW yang lahir di Mekkah dengan membawa misi mendakwahkan ajaran Islam mendapat tantangan yang berat dan menyakitkan. Kultur masyarakat yang ada pada waktu itu menganut keyakinan Paganisme (suatu...


TINGGALKAN KOMENTAR