Motto Hari Ini
Waktu Kini: :

WAKTU SHALAT, Kamis, 21 10 2021 Oktober 2021 >

Diterbitkan :
Kategori : ARTIKEL AGAMA
Komentar : 0 komentar

Pertanyaan :

Ada sebuah ayat Quran yang dipermasalahkan oleh orang-orang kafir, yaitu: “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya, Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. Al-Hajj: 40)

Bagaimana kita menjawab pertanyaan orang-orang kafir yang sekilas ayat di atas menyatakan kelemahan Diri-Nya, “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya”, lalu Allah menyatakan bahwa Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa?

Hal itu bisa kita baca di salah satu situs yang memang sering digunakan untuk menyudutkan Islam, terutama ayat tersebut digunakan untuk menyudutkan ayat-ayat Al-Qur’an.

Jawaban :

Yang dimaksud dengan istilah ‘menolong Allah’ tentu bukan berarti Allah SWT itu lemah. Jelas kalimat ini bukan kalimat yang menunjukkan kelemahan Allah. Dan Maha Suci Allah SWT dari segala sifat kelemahan dan kekurangan.

Kalimat ini adalah sebuah bentuk pengungkapan yang indah dan amat puitis serta menyentuh kalbu kita. Dan Allah SWT memang sengaja memilih ungkapan ‘menolong Allah’, meski hakikatnya bukan demikian.

Pada hakikatnya, yang dimaksud dengan menolong Allah adalah membela keberlangsungan agama Islam dan syariat yang telah Allah turunkan, dari usikan dan tekanan orang yang kafir yang membangkang. Maka maknanya adalah membela agama yang Allah tetapkan.

Ayat ini sama sekali tidak bertentangan dengan ayat lainnya. Sebab siapa pun tahu bahwaungkapan ‘menolong Allah’ maksudnya adalah menolong agama Allah, bukan berarti Allah lemah. Bentuknya adalah memperjuangkan agama Islam dengan sekuat tenaga, kalau perlu dengan mengucurkan keringat, air matabahkan darah kalau memang dibutuhkan.

Hanya para juhala’ (orang bodoh) yang memahami dengan cara terbalik-balik demikian. Atau memang orang-orang hatinya diliputi oleh kegelapan, sehingga tidan bisa membedakan mana yang haq dan mana yang batil.

Argumentasi yang seperti ini sebenarnya terlalu lemah untuk digunakan sebagai hujatan kepada Allah, karena jauh dari ilmiyah, apalagi logis. Justru argumentasi seperti ini malah memalukan diri mereka sendiri.

Orang-orang itu harus belajar lebih banyak lagi dari para orientalis kafir, agar punya argumentasi yang lebih masuk akal. Bukan yang asal jadi sehingga malah membuat semakin menampakkan kebodohan mereka.

Namun mereka semua harus berhadapan dengan kehendak dan kekuasaan Allah, baik orientalis kafir yang sesat atau pun para pengikutnya yang masih amatiran itu yang menuliskan keraguan lewat situs itu.

Tentunya semuanya tidak akan merusak apapun dari kekuasaan Allah. Bahkan meski seorang orang menjadi kafir dan menghina Allah, tetap saja kekuasaan dan kesempurnaan Allah tidak terusik.

Kesesatan adalah kesesatan, tetapi Allah SWT akan meruntuhkan kesesatan itu, karena kesesatan adalah sesuatu yang harus runtuh.

Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah beriman kepada-Mu, telah membela agamamu, telah bersatu dalam berdakwah kepada-Mu, telah meneruskan syariat-Mu, serta telah mengingatkan orang-orang yang menentang-Mu. Kepada Engkaulah kami serahkan urusan mereka. Sadarkan mereka dari kesesatan yang teramat nyata ini, atau turunkan adzab-Mu kepada mereka. Semua adalah kekuasaan-Mu, Ya Allah.

Sumber: Ahmad Sarwat, Lc

https://www.rumahfiqih.com/konsultasi-1095-ayat-yang-sekilas-bertentangan.html

SebelumnyaAl-I’jâz al-‘Ilmî; Meneguhkan Kembali Al-Qur’an Sebagai Petunjuk SesudahnyaBenarkah Surat Abasa Teguran kepada Nabi yang Bermuka Masam?
20 Sifat Allah yang Perlu Dihafalkan dan Dipahami
Salah satu bagian dari beriman kepada Allah, adalah mengetahui dan hafal terhadap sifat-sifat Allah. Sifat-sifat ini disebut sifat wajib bagi Allah. Bukan karena kita mewajibkan Allah memiliki sifat tersebut, tapi...
Teks Kitab Al-Hikam, Beserta Syarahnya
KITAB AL-HIKAM Karya Syaikh Ibnu ‘Athoillah As-sakandariy MUQODDIMAH بسم الله الرحمن الرحيم Segala puji bagi Allah, Tuhan yang mengisi [memenuhi] hati para wali [kekasih]-Nya dengan kasih sayang-Nya. Mengistimewakan jiwa mereka...
Sejarah Setiap Akhir Khutbah Jumat Khatib Membaca QS Surah An-Nahl 90
Pada tahun 717 M/99 H seorang penguasa Muslim yang kekuasaannya terbentang dari Kufah hingga Semenanjung Spanyol dan Afrika Utara bernama Umar bin ‘Abdul ‘Azîz (682-720 M/63-101 H) mengirim surat kepada...
Pemikiran Pascapandemi, Kebangkitan Pasca-Covid-19
Kita perlu melakukan penilaian sendiri (self-appraisal) secara jujur. Jangan mengecoh diri dengan rekayasa pencitraan yang membesar-besarkan pencapaian kecil. Kita bisa belajar dari pengalaman sejarah bangsa sendiri. Kebangkitan acap kali bertolak...
Strategi Dakwah Rasulullah Saw pada Era Berada di Madinah
Madinah menjadi sebuah ruang dakwah baru bagi Rasulullah SAW, setelah dakwah di Mekah terasa sempit bagi dakwah Rasulullah SAW dan umat Islam pada waktu itu. Berawal dari respon orang-orang Yatsrib...
Strategi Dakwah Rasulullah SAW pada Era Berada di Mekah
Nabi Muhammad SAW yang lahir di Mekkah dengan membawa misi mendakwahkan ajaran Islam mendapat tantangan yang berat dan menyakitkan. Kultur masyarakat yang ada pada waktu itu menganut keyakinan Paganisme (suatu...


TINGGALKAN KOMENTAR