Motto Hari Ini
Waktu Kini: :

WAKTU SHALAT, Kamis, 21 10 2021 Oktober 2021 >

Diterbitkan :
Kategori : ARTIKEL AGAMA
Komentar : 0 komentar

Beda Ketulusan dan Ambisi Duniawi, dapat dijelaskan dengan kisah ini. Ada orang lelaki tua yang selalu berdiam di sebelah pasar dan kebiasaannya menulis dan mengambar di tanah dengan kayu. Dia menggambar tanah seperti membuat perumahan, tidak ada yang tahu ternyata dia adalah seorang wali Majdzub.

Suatu ketika ada seorang wanita Sholehah sedang melintas di depannya, wanita itu melihat orang tua itu hatinya merasa kasihan, wanita ini ingin menyenangkan dan menggembirakan orang tersebut, di dekatilah orang tua itu. Kisah

“Assalamualaikum…..sedang apa pak?” Kata wanita.

“Ini sedang gambar kaplingan di Surga” jawab orang tua itu.

Dalam hati wanita ini, merasa kasihan ingin rasanya menggembirakan bapak itu.

“Saya bisa membeli 1 kapling?” Kata wanita.

Dilihat dan diperhatikan wanita tersebut oleh orang tua yang ternyata wali Majdzub itu.

“(Oh…ternyata wanita ini ingin menyenangkanku, ingin menghiburku)” dalam hati orang tua itu.

“Bisa….” Jawabnya.

“Berapa harga satu kaplingnya pak?” kata wanita

“20 real (50 ribu)”

“Oh saya beli 1 pak.”

Dikasihlah uang 20 real itu kepada orang tua sambil dikasih sebungkus makanan. Wanita ini niatnya tidak membeli Surga, hanya untuk menyenangkan si bapak itu. 

Selesai dan pulang, malam harinya wanita itu bermimpi rumah dan istana yang dia beli tadi siang, ternyata dia dapat beneran. Dalam mimpi itu ditunjukkan tempat di surga yang telah dibelinya dari orang tua di sebelah pasar.

Bangun tidur dia sangat gembira, hatinya merasa senang yang luar biasa. Akhirnya diceritakan kepada suaminya.

“Kamu 20 real (50 ribu) dapat kaplingan di Surga? Dimana kau temui orang tua itu? bagaimana ciri-ciri nya?” Tanya suaminya.

Ditunjukkanlah keberadaan orang tua itu, Akhirnya dicarilah orang tua di sebelah pasar itu. Ketika ditemui seperti biasa dia sedang menggambar di tanah.

Langsung suaminya ini berkata: “Assalamualaikum……”

“Waalaikum salam……”

“Saya mau beli kaplingan Surganya pak”

Dilihat dan diperhatikan suami wanita tadi oleh orang tua itu,  lalu dia menjawab:

“Surga…tidak bisa dibeli dengan Uang, terlalu mahal untuk dibeli dengan dunia seisinya ini tidak bisa untuk beli Surga.”

“Loh, kemarin engkau jual kaplingan itu ke istri saya 20 real lagi.”

“Istri kamu itu tidak mau beli Surga, istri kamu itu ingin menghibur saya, alasan aja mau beli, dia ingin menghibur saya maka dia dapat Surga, kamu keluar dari rumah tujuannya kan mau beli Surga. Surga tidak bisa dibeli dengan uang, surga itu bisa dibeli dengan menyenangkan hati orang mukmin,” jawab orang tua itu.

Wallahua’lam.

SebelumnyaMaksud Hadits ‘Tidur Orang Berpuasa adalah Ibadah’ SesudahnyaApa Arti Empat Bulan Haram?
20 Sifat Allah yang Perlu Dihafalkan dan Dipahami
Salah satu bagian dari beriman kepada Allah, adalah mengetahui dan hafal terhadap sifat-sifat Allah. Sifat-sifat ini disebut sifat wajib bagi Allah. Bukan karena kita mewajibkan Allah memiliki sifat tersebut, tapi...
Teks Kitab Al-Hikam, Beserta Syarahnya
KITAB AL-HIKAM Karya Syaikh Ibnu ‘Athoillah As-sakandariy MUQODDIMAH بسم الله الرحمن الرحيم Segala puji bagi Allah, Tuhan yang mengisi [memenuhi] hati para wali [kekasih]-Nya dengan kasih sayang-Nya. Mengistimewakan jiwa mereka...
Sejarah Setiap Akhir Khutbah Jumat Khatib Membaca QS Surah An-Nahl 90
Pada tahun 717 M/99 H seorang penguasa Muslim yang kekuasaannya terbentang dari Kufah hingga Semenanjung Spanyol dan Afrika Utara bernama Umar bin ‘Abdul ‘Azîz (682-720 M/63-101 H) mengirim surat kepada...
Pemikiran Pascapandemi, Kebangkitan Pasca-Covid-19
Kita perlu melakukan penilaian sendiri (self-appraisal) secara jujur. Jangan mengecoh diri dengan rekayasa pencitraan yang membesar-besarkan pencapaian kecil. Kita bisa belajar dari pengalaman sejarah bangsa sendiri. Kebangkitan acap kali bertolak...
Strategi Dakwah Rasulullah Saw pada Era Berada di Madinah
Madinah menjadi sebuah ruang dakwah baru bagi Rasulullah SAW, setelah dakwah di Mekah terasa sempit bagi dakwah Rasulullah SAW dan umat Islam pada waktu itu. Berawal dari respon orang-orang Yatsrib...
Strategi Dakwah Rasulullah SAW pada Era Berada di Mekah
Nabi Muhammad SAW yang lahir di Mekkah dengan membawa misi mendakwahkan ajaran Islam mendapat tantangan yang berat dan menyakitkan. Kultur masyarakat yang ada pada waktu itu menganut keyakinan Paganisme (suatu...


TINGGALKAN KOMENTAR